PADANG 13 Maret 2026 - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar) mulai memetakan sejumlah titik krusial yang berpotensi memicu kemacetan parah selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur-jalur utama provinsi.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, menyatakan bahwa pihaknya telah merancang berbagai strategi komprehensif, mulai dari rekayasa jalur hingga manajemen lalu lintas berbasis waktu nyata (real-time).
“Untuk mengurangi potensi kemacetan, kami telah merencanakan rekayasa lalu lintas serta menyiapkan strategi pengaturan arus kendaraan di sejumlah titik rawan,” ujar Kombes Pol Muhammad Reza kepada media.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, penyebaran titik macet diprediksi terjadi di beberapa wilayah kabupaten dan kota:
• Kabupaten Padang Pariaman: Fokus pada perlintasan sebidang Pasar Usang, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin-Simpang Manunggal, serta kawasan Ibumi Cafe dan Resto.
• Kota Padang Panjang & Tanah Datar: Area Simpang Mifan, kawasan Sate Mak Syukur, Simpang MTsN Gantiang, Lembah Anai, RM Aie Badarun, dan Pasar Koto Baru.
• Kabupaten Agam & Bukittinggi: Simpang IV Padang Lua, Simpang Jambu Aia, Simpang IV Biaro, Simpang Tanjung Alam, Simpang III Canduang, Simpang III Baso, Pasar Baso, serta Simpang Bypass Mandiangin.
• Limapuluh Kota: Simpang Piladang dan akses menuju Lembah Harau.
• Solok (Kota & Kabupaten): Kawasan wisata Danau Kembar, Simpang Lubuk Selasih, dan Simpang Salayo.
Guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Ditlantas Polda Sumbar akan menerapkan sistem jalur satu arah (one way) di rute-rute utama seperti Padang Panjang, Padang Tarok, dan Lembah Anai. Pos terpadu juga didirikan di lokasi strategis seperti Simpang Padang Luar, Sicincin, hingga Simpang Ombilin Singkarak.
Kombes Pol Muhammad Reza menjelaskan bahwa kepolisian akan menerapkan dynamic traffic management.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional dan real-time melalui koordinasi petugas di lapangan. Kami juga akan memperkuat manajemen simpang, terutama pada jalur keluar-masuk kawasan wisata secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan di jalan utama,” terangnya.
Selain pengaturan fisik di lapangan, kepolisian akan mengoptimalkan sistem informasi lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi rekayasa jalan, jadwal one way, dan jalur alternatif secara berkala melalui media sosial resmi, siaran radio, dan papan informasi digital di sepanjang jalur mudik.
Dengan persiapan ini, diharapkan para pemudik dapat merencanakan waktu keberangkatan dengan lebih baik dan meminimalkan risiko terjebak kemacetan panjang di wilayah Sumatera Barat. (Man)
