PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menutup secara resmi rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H pada Minggu (15/3/2026). Penutupan berlangsung khidmat di Masjid Raya Al-Munawwarah, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Dalam rangkaian acara penutupan tersebut, Fadly Amran tidak hanya menutup kegiatan pesantren, tetapi juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah kota. Selain itu, ia turut menyaksikan langsung proses pengukuhan pengurus Generasi Muda Masjid Raya Al Munawwarah (Gemara) periode 2026–2029 yang dipimpin oleh Ketua Umum Masjid Raya Al-Munawwarah, Buya Masoed Abidin.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menekankan pentingnya keseimbangan dalam pembangunan generasi muda, yang tidak hanya menyasar aspek fisik atau jasmani, tetapi juga penguatan rohani. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang terus menggalakkan program "Smart Surau" sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“Salah satu aktivasi dalam program Smart Surau adalah gerakan Subuh Mubarakah, yang mendorong siswa melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid dan musala. Alhamdulillah, rata-rata 30 ribu hingga 60 ribu siswa tercatat mengikuti kegiatan ini setiap hari, dengan persentase capaian 60 hingga 90 persen dari target yang kita harapkan,” ungkap Fadly.
Tak berhenti di situ, Fadly juga memperkenalkan program inovatif "Remaja Masjid Reborn". Program ini dirancang untuk mewadahi kreativitas pemuda di lingkungan masjid dan musala, agar mereka terdorong menyusun dan melaksanakan berbagai kegiatan positif.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp 100 juta untuk mendukung inisiatif kreatif dari para remaja masjid ini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat pembinaan generasi muda, serta ruang sosial masyarakat,” pungkasnya. (And)
