-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tak Lagi Jadi ‘Kali Mati’, Batang Arau Bakal Disulap Jadi Sungai Bersih Lewat Teknologi Jerman

    Selasa, 27 Januari 2026, Januari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T07:47:21Z

    PADANG – Pemerintah Kota Padang memperkuat langkah strategis dalam pelestarian lingkungan melalui kerja sama internasional. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menggelar rapat daring bersama Pemerintah Jerman dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (28/1/2026), guna membahas percepatan revitalisasi dua sungai utama: Batang Arau dan Batang Kuranji.


    Rapat dipimpin oleh Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPI-TKNEK) KLH, Ary Sudijanto. Agenda utama pertemuan ini adalah penyusunan langkah konkret untuk mengubah wajah sungai di Padang melalui dukungan teknologi dan pendanaan dari Pemerintah Jerman.


    Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah memulihkan kondisi Batang Arau yang selama ini kerap dijuluki sebagai "kali mati". Melalui program ini, Pemko Padang berupaya mengembalikan fungsi sungai sebagai ekosistem yang bersih dan bermanfaat bagi publik.


    “Kami ingin mengubah Batang Arau menjadi sungai yang kembali hidup. Ini bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi masa depan bagi anak cucu kita,” ujar Fadly.


    Ia menambahkan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu menjadi solusi kunci. IPAL dipandang sebagai cara paling efektif untuk memutus rantai pencemaran air dari kawasan padat penduduk sebelum masuk ke aliran sungai.


    Kerja sama ini tidak berangkat dari nol. Fadly menyoroti hubungan historis Sister City antara Padang dan Hildesheim, Jerman, yang telah terjalin sejak tahun 1988. Hubungan emosional dan diplomatik yang kuat ini menjadi landasan kokoh bagi kedua pihak untuk berkolaborasi di sektor lingkungan dan teknologi kota pintar (smart city).


    “Dampaknya akan sangat luas, mulai dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan daya tarik pariwisata di kawasan Kota Tua, hingga kesejahteraan para nelayan kita,” tambahnya.


    Sebagai hasil pertemuan, sejumlah langkah prioritas telah disepakati, antara lain:


     * Penguatan Koordinasi: Sinkronisasi langkah antar kementerian terkait di tingkat pusat.


     * Pengawalan Proposal: KLH berkomitmen mengawal proposal revitalisasi Batang Arau agar memenuhi standar kerja sama bilateral.


     * Pertemuan Lanjutan: Persiapan dokumen teknis untuk pertemuan Government to Government (G2G) antara Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam waktu dekat.


    Pemko Padang sendiri telah menyiapkan landasan regulasi yang kuat, termasuk Perda Pengelolaan Sampah dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), guna memastikan proyek ini berkelanjutan dan tepat sasaran.  (And) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini