Kita sering diajarkan bahwa dunia hanya milik mereka yang kuat, mereka yang tak pernah goyah. Tapi di mataku, kekuatan sejati justru ada pada keberanianmu untuk menjadi jujur. Jika langkahmu tersandung dan kamu terjatuh, jangan pernah menahan sesak di dadamu. Menangislah.
Ayah tidak akan berdiri di sana untuk menertawakan lukamu atau memintamu segera berlari kembali. Ayah akan berlutut di sampingmu, menyeka air matamu, dan mengulurkan tangan untuk membantumu tegak. Kita akan belajar berdiri lagi bersama-sama, perlahan-lahan, sampai kakimu kembali menemukan iramanya.
Di luar sana, orang mungkin akan bertanya padamu tentang pencapaian, gelar, atau harta. Tapi bagiku, kamu tidak punya kewajiban untuk menjadi hebat hari ini. Pertumbuhan bukanlah perlombaan lari cepat; ia adalah proses menyemai benih kebaikan di dalam jiwa.
Cukuplah tumbuh dengan hati yang luas. Ayah tidak menuntutmu menjadi sosok yang dikagumi dunia. Satu-satunya doa yang Ayah langitkan adalah agar kamu menjadi anak yang bahagia. Kebahagiaanmu adalah prestasi tertinggi bagi Ayah.
Akan ada hari-hari di mana bahumu terasa berat, di mana topeng "ketangguhan" yang kamu kenakan terasa menyesakkan. Saat lelah itu menyapa, ingatlah jalan pulang.
Di dalam pelukan Ayah, kamu tidak perlu menjadi orang dewasa yang serba tahu. Kamu tidak perlu berpura-pura kuat. Di sini, kamu boleh kembali menjadi anak kecil yang dicintai sepenuh hati, tanpa syarat, dan tanpa tapi. Karena sejauh apa pun kamu melangkah, pelukan ini akan selalu menjadi rumah paling tenang bagi jiwamu.
Padang, 18 Januari 2026
By: Andarizal
