-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Melampaui Sekat Organisasi, KJI dan IKW-RI Larut dalam Kehangatan di Rumah Tokoh Adat

    Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T23:05:30Z


    PADANG 3 FEBRUARI 2026 - Jarum jam menunjuk tepat ke angka 17.00 WIB ketika deretan kendaraan mulai memadati halaman kediaman Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, di kawasan Gunung Pangilun. Pemandangan sore itu bukan sekadar kunjungan biasa, itu adalah potret langka di mana puluhan jurnalis dari dua bendera besar Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) memilih untuk menanggalkan ego sektoral dan melebur dalam satu barisan.


    Di bawah atap rumah sang tokoh adat sekaligus Ketua LKAAM Sumatera Barat tersebut, batas antara organisasi seolah memudar. Tidak ada lagi "KJI" atau "IKW-RI" yang berdiri sendiri, yang ada hanyalah insan pers yang rindu akan silaturahmi dan penguatan peran dalam membangun Ranah Minang.


    Suasana penuh keakraban langsung terasa begitu para kuli tinta ini duduk bersila. Fauzi Bahar, mantan Wali Kota Padang dua periode yang dikenal dekat dengan awak media, menyambut mereka bukan sebagai tamu formal, melainkan sebagai mitra strategis.


    Sambil menunggu detik-detik berbuka, ruang tamu tersebut berubah menjadi forum diskusi yang hidup. Isu-isu terkini di Sumatera Barat dikupas dalam obrolan ringan namun sarat makna. Di sinilah letak kekuatannya, ketika jurnalis dari berbagai wadah duduk bersama, informasi mengalir lebih jernih dan solusi terasa lebih dekat.

     

     "Silaturahmi ini adalah bentuk apresiasi kami. Keharmonisan antara IKW-RI dan KJI adalah energi positif bagi pembangunan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang," ujar Fauzi Bahar dengan nada mantap, menggarisbawahi betapa pentingnya kekompakan pers.


    Momen spiritual pun tak terlewatkan. Menjelang bedug Maghrib, Fauzi Bahar memberikan pencerahan singkat atau kultum. Pesan-pesan moral yang disampaikan seolah menjadi pengingat bagi para jurnalis tentang tanggung jawab profesi di tengah masyarakat.


    Puncaknya, saat azan berkumandang, mereka berbuka bersama dan melaksanakan sholat berjamaah dalam satu shaf. Pemandangan ini menjadi simbol kuat bahwa di atas urusan administrasi organisasi, ada semangat humanis dan soliditas yang jauh lebih tinggi.


    Buka puasa bersama ini menjadi saksi bahwa kolaborasi jurnalis berada di atas segalanya. Perbedaan wadah bukanlah penghalang, melainkan kekayaan perspektif. Kolaborasi harmonis antara KJI dan IKW-RI sore itu mengirimkan pesan kuat kepada publik, bahwa pers di Sumatera Barat tetap satu suara dalam menciptakan iklim informasi yang sehat, konstruktif, dan mencerdaskan.  (And) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini