PADANG - Ketua Umum Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Pusat, Prof. Ganefri, Ph.D., menegaskan target besar organisasi untuk membawa cabang olahraga bola lantai resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT dan NTB tahun 2028 mendatang.
Hal tersebut disampaikan mantan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) itu saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AFI yang digelar secara "hybrid" di ruang pertemuan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Selasa (26/5/2026).
“Pada PON NTT dan NTB 2028, kita sedang berjuang keras agar "floorball" dapat dipertandingkan secara resmi. Ini menjadi kelanjutan dari langkah strategis kita setelah sebelumnya olahraga ini sempat diperkenalkan pada PON Aceh-Sumut,” ujar Ganefri optimis.
Selain membidik target PON, Ganefri juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus di tingkat pusat maupun daerah untuk tetap agresif dalam melakukan ekspansi organisasi. Ia menekankan pentingnya pemerataan struktur kepengurusan di seluruh wilayah Indonesia serta masifnya sosialisasi di sektor pendidikan.
"Olahraga "floorball" terus menunjukkan "progress" yang sangat positif di tanah air. Namun, kita harus terus bergerak agar setiap daerah memiliki organisasi yang aktif. Kita wajib bahu-membahu memperkenalkan olahraga ini, terutama ke lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi," tambah pria yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tersebut.
Agenda Rakernas yang dipimpin oleh Sekjen AFI, Prof. Dr. Anton Komaini, M.Pd., ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan dari 11 Pengurus Daerah Provinsi (Pengdaprov) secara luring maupun daring.
Dalam sidang pleno, Anton Komaini memaparkan sejumlah capaian pengurus pusat periode 2024-2028 serta rencana aksi ke depan. Program-program intensif telah disiapkan untuk mendekati kelompok usia muda.
“Kita akan terus bersinergi agar olahraga "floorball" semakin digandrungi generasi muda, menjadi olahraga pilihan bagi Gen Z maupun Gen Alfa. Oleh karena itu, program kompetisi tingkat wilayah dan nasional, pelatihan wasit, hingga riset ilmiah mengenai efektivitas olahraga ini akan segera kami implementasikan,” urai Guru Besar FIK UNP tersebut.
Suasana Rakernas sempat berjalan dinamis dan alot saat memasuki sesi evaluasi dan pembinaan atlet di masing-masing provinsi. Menariknya, sejumlah Pengdaprov melaporkan bahwa atlet daerah mereka tidak hanya bersiap untuk level domestik, melainkan sudah membidik peluang untuk beradu tanding di kancah internasional dalam waktu dekat. (And)
