-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pakar Parenting, Pentingnya Peran Ayah dalam Membangun ‘Benteng Emosional’ Anak Perempuan

    Minggu, 10 Mei 2026, Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T01:13:16Z


    PADANG – Peran figur ayah dalam keluarga kembali menjadi sorotan, terutama terkait dampaknya terhadap perkembangan psikologis anak perempuan. Dalam sebuah pesan edukasi yang viral baru-baru ini, ditekankan bahwa kehadiran emosional seorang ayah bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif dunia luar.


    Fenomena "kelaparan emosional" atau "emotional hunger" menjadi poin krusial yang dibahas. Anak perempuan yang tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari ayahnya cenderung memiliki kekosongan batin. Kondisi ini dinilai berbahaya karena membuat mereka rentan terhadap manipulasi.


    "Anak yang lapar akan memakan apa pun yang diberikan orang lain," ungkap narator dalam pesan tersebut. Hal ini merujuk pada kecenderungan anak perempuan yang kurang kasih sayang untuk mudah merasa "baper" (terbawa perasaan), luluh, atau terlalu cepat percaya pada pujian dan perhatian dari lawan jenis yang mungkin hanya ingin memanfaatkannya.


    Berita ini juga menyoroti kritik terhadap paradigma lama yang menganggap tugas ayah hanya terbatas pada urusan finansial. Ayah diminta untuk hadir secara utuh, bukan hanya "hadir di slip gaji."


    Ada tiga langkah praktis yang disarankan bagi para ayah untuk membangun hubungan yang sehat dengan putri mereka:


     1. Afeksi Fisik: Memberikan pelukan tulus setiap hari untuk memberikan rasa aman.


     2. Afirmasi Positif: Rutin memberikan pujian dan menegaskan bahwa sang anak sangat berharga.


     3. Edukasi Batasan (Boundaries): Mengajarkan anak tentang harga diri agar mereka mampu menolak perlakuan yang tidak hormat dari orang lain.


    Dengan terpenuhinya kebutuhan emosional di rumah, seorang anak perempuan akan tumbuh dengan standar harga diri yang tinggi. Ia tidak akan mudah mencari validasi di luar rumah karena merasa sudah "penuh" dengan kasih sayang dari ayahnya sendiri.


    "Peluk putrimu sebelum dunia yang memeluknya, karena dunia tidak selalu lembut," tutup pesan tersebut. Melalui pendekatan ini, diharapkan para ayah di Indonesia lebih sadar akan pentingnya membangun kedekatan emosional demi masa depan anak-anak mereka.  (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini