PESISIR SELATAN – Keluhan menahun masyarakat dan para sopir angkutan logistik terkait kerusakan parah di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kambang – Balai Selasa hingga Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan, akhirnya terjawab. Jalur utama Lintas Sumatra yang tadinya dipenuhi lubang dalam dan dinilai membahayakan tersebut kini tengah dikebut perbaikannya dan berangsur membaik.
Langkah cepat ini direalisasikan melalui kolaborasi intensif antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumatra Barat bersama dengan PT Anatama Konstruksi Utama selaku mitra pelaksana pekerjaan preservasi jalan.
Saat dikonfirmasi mengenai pengerjaan ini, PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, ST, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan sistem skala prioritas di lapangan demi menyiasati keterbatasan anggaran yang ada.
“Anggaran kita terbatas karena volume yang diberikan belum sesuai dengan harapan seluruh panjang jalan. Ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga aspal yang menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu, penanganan saat ini kami utamakan pada titik-titik dengan kondisi lubang yang cukup parah,” jelas Gina, (24/5).
Gina memaparkan, ruang lingkup total pekerjaan preservasi ini membentang cukup panjang, mencakup ruas Kambang – Tapan – Batas Jambi serta Tapan – Batas Bengkulu dengan total bentang penanganan mencapai sekitar 140 kilometer. Termasuk laporan kerusakan jalan di depan SDN 07 Labuhan Balai Selasa yang dipastikan masuk dalam catatan penanganan tim teknis lapangan.
Selain menutup lubang (patching), PPK 2.4 juga melakukan tindakan korektif berupa grading atau pembentukan kembali kemiringan bahu jalan yang sempat tertutup sedimentasi. Salah satu progres signifikan terlihat di ruas Tapan – Batas Bengkulu (KM 240+100 Kanan). Berdasarkan data dokumentasi lapangan, pekerjaan pembersihan vegetasi dan gundukan tanah yang sempat menyumbat aliran air kini telah tuntas dikerjakan hingga mencapai target 100%.
“Bahu jalan sebelumnya meninggi akibat tumpukan vegetasi rumput dan endapan tanah, sehingga posisinya lebih tinggi dari badan jalan dan membuat air hujan terjebak di aspal. Melalui grading ini, kemiringan bahu jalan dikembalikan agar air bisa mengalir lancar ke saluran pembuangan,” urai Gina menambahkan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, ST, menegaskan komitmen penuh instansinya dalam merespons keluhan fasilitas publik. Pihaknya memastikan penanganan tidak hanya pada struktur jalan, namun juga kelengkapan keselamatan.
“Saat ini tim pelaksana terus bergerak di lapangan dan proses perbaikan sedang berjalan. Mengenai keluhan minimnya rambu pengamanan di titik-titik rawan, akan segera kami lengkapi dan tangani secepatnya,” ujar Masudi singkat.
Respons cepat dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar ini disambut positif oleh pengguna jalan. Arus transportasi logistik maupun kendaraan pribadi yang melewati pesisir barat Sumatra kini secara bertahap mulai dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. (Suherman)
