-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pantau Ketat Kinerja Rekanan, PPK 2.1 PJN Sumbar Rampungkan Preservasi Jalan di 7 Titik Sawahlunto

    Selasa, 16 Juni 2026, Juni 16, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T01:36:58Z


    SUMBAR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang andal, aman, dan berkelanjutan. Melalui Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat yang dikepalai oleh Masudi, ST., MT., bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1, Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si., tengah gencar melaksanakan kegiatan Preservasi Jalan Ruas Padang–Solok–Sawahlunto.


    Kepala Satker PJN Wilayah II, Masudi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam menjaga kemantapan jalan nasional serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.


    Salah satu fokus utama dari proyek preservasi ini adalah program Rehabilitasi Minor dengan total panjang penanganan mencapai 3.197 meter. Menariknya, seluruh lokasi penanganan ini tersebar secara spesifik di tujuh titik (spot) strategis yang berada di Kota Sawahlunto, dengan rincian sebagai berikut:


    Spot 1: STA 0+000 s.d STA 0+975 (Panjang: 975 m)

    Spot 2: STA 1+175 s.d STA 1+400 (Panjang: 225 m)

    Spot 3: STA 1+675 s.d STA 2+750 (Panjang: 1.075 m)

    Spot 4: STA 3+225 s.d STA 3+625 (Panjang: 400 m)

    Spot 5: STA 3+850 s.d STA 4+075 (Panjang: 225 m)

    Spot 6: STA 5+119 s.d STA 5+325 (Panjang: 206 m)

    Spot 7: STA 5+719 s.d STA 5+810 (Panjang: 91 m)


    Untuk memastikan hasil akhir yang optimal dan berdaya tahan tinggi, PPK 2.1 BPJN Sumbar menerapkan empat jenis penanganan teknis di lapangan, yaitu:


    1. Laston Lapis Aus (AC-WC): Berguna untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan agar menjadi lebih halus, rata, dan nyaman saat dilalui kendaraan.


    2. Perbaikan Campuran Aspal Panas: Ditujukan untuk memperbaiki titik-titik kerusakan pada perkerasan jalan eksisting.


    3. Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas A: Dilakukan untuk memperkuat struktur fondasi jalan utama agar lebih stabil dan tahan lama dari penurunan beban.


    4. Beton 15 MPa (Bahu Jalan Kiri dan Kanan): Pembangunan bahu jalan berbahan beton kokoh demi meningkatkan daya dukung lateral sekaligus aspek keamanan berkendara.


    Kegiatan preservasi jalan ini bukan sekadar perawatan rutin, melainkan investasi infrastruktur yang membawa dampak berantai bagi Sumatera Barat. Masudi menambahkan bahwa proyek ini diharapkan mampu mempertahankan kondisi kemantapan jalan nasional dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.


    Lebih dari itu, jalur Padang–Solok–Sawahlunto merupakan urat nadi transportasi yang krusial. Dengan kondisi jalan yang prima, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, distribusi logistik serta barang dan jasa menjadi lebih efisien dan tepat waktu. Pada akhirnya, aksesibilitas yang baik ini diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah sekitar.


    Dampak positif dari pengerjaan ini pun langsung dirasakan oleh para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur tersebut. Mereka memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja rekanan di lapangan yang bekerja secara profesional di bawah pengawasan ketat dan terukur dari tim PPK 2.1 BPJN Sumbar.


    ​Toni (42), salah seorang sopir truk logistik lintas kota, mengaku sangat lega dengan selesainya perbaikan di titik-titik rawan tersebut.


    ​"Dulu di beberapa titik ini kita harus ekstra hati-hati karena jalan bergelombang dan ada lubang. Sekarang, setelah diperbaiki, jalannya mantap sekali. Mulus bak karpet perdani hitam yang membentang luas. Berkendara jadi jauh lebih hemat waktu dan tidak was-was lagi," ungkap Toni dengan wajah tersenyum, (16/6).


    ​Senada dengan para pengemudi roda empat, apresiasi juga datang dari para pengendara roda dua yang setiap hari melintasi kawasan Sawahlunto. Kehadiran lapisan Laston AC-WC yang halus dinilai sangat meminimalisir risiko slip, terutama saat cuaca hujan.


    ​Dengan pengawasan ketat yang terus dilakukan oleh pihak satker dan PPK, proyek preservasi ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan sesaat, melainkan ketahanan infrastruktur jangka panjang yang menjaga denyut nadi perekonomian Sumatera Barat tetap berputar kencang.  (And) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini