SUMBAR - 16 JUNI 2026 - Di pergantian tahun Islam, Ir. Irfendi Arbi, M.P. secara resmi menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1 Masehi 1448 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur dan momentum untuk memperkuat tali silaturahmi serta spiritualitas umat Muslim.
Melalui pesan digital yang dirilis, Irfendi Arbi menyampaikan ucapan "Marhaban Yaa Muharram, Selamat Tahun Baru Islam 01 Muharram 1448 Hijriyah". Ia berharap momentum bulan suci Muharram ini dapat menjadi awal yang penuh berkah bagi seluruh masyarakat.
Dalam ucapan tersebut, Irfendi Arbi juga menyisipkan doa tulus agar bulan baru ini membawa transformasi positif bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan keluarga.
"Ya Allah, jadikanlah bulan ini sebagai bulan terbukanya pintu kebaikan, rezeki, kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, limpahan rahmat, hidayah dan ampunan-Mu untukku dan keluargaku serta seluruh umat," tulis doa yang tercantum dalam pesan tersebut.
Selain itu, pesan menyambut tahun baru ini ditutup dengan dua kutipan spiritual yang mendalam sebagai pengingat dan penguat optimisme masyarakat.
"Allahumma yassir wala tua’assir" yang membawa pesan mendalam agar senantiasa diberikan bantuan dan kemudahan di setiap langkah kehidupan.
"Innaha amruhuu idzaa araada syai’an ayyaquula lahu kunfayakun" sebagai bentuk keyakinan penuh akan kebesaran Allah SWT dalam mengabulkan segala doa dan harapan hamba-Nya.
Pergantian tahun baru Hijriyah ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial semata, melainkan menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk melakukan refleksi diri (muhasabah) demi menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Seiring tenggelamnya matahari di ufuk akhir Zulhijah, lembaran lama pun perlahan melipat diri, menyisakan jejak khilaf yang luruh bersama doa-doa pertobatan. Kini, di ambang fajar 1 Muharram 1448 Hijriyah, langit baru membentang, membawa aroma kesucian yang mengetuk setiap hati hamba untuk kembali pulang ke jalan-Nya.
Muharram bukan sekadar pergantian angka pada kalender, melainkan sebuah jembatan waktu yang menghidupkan kembali harapan-harapan yang sempat layu. Dalam senyap malam yang luhur, larik-larik doa mengalun indah, memohon agar jemari takdir menuntun langkah kita melewati pintu-pintu kebaikan yang mulai terbuka lebar. Kita berserah, membiarkan jiwa dibasuh oleh limpahan rahmat dan ampunan yang tak bertepi.
Ketika kalimat "Kun Fayakun" menjadi jangkar dari segala ketidakpastian dunia, maka tak ada lagi keraguan yang tersisa. Di bawah naungan tahun yang baru ini, mari kita gantungkan cita-cita setinggi langit, membiarkan setiap ikhtiar dibimbing oleh kemudahan yang datang dari-Nya. Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, mari melangkah dengan hati yang jernih, menganyam hari esok dengan benang-benang iman, dan menjadikan setiap detiknya sebagai ibadah terbaik yang bermuara pada rida-Nya. (And)
