Kehadiran infrastruktur jalan yang mulus seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat dalam memperlancar mobilitas. Namun, hal tersebut justru berbanding terbalik dengan kondisi proyek pengaspalan jalan baru di Jl. Kp. Jambak, Gn. Sarik, Kec. Kuranji, Kota Padang. Alih-alih merasa aman, warga dan para pengendara kini dihadapkan pada ancaman nyata yang membahayakan nyawa.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada 12 September 2026, proyek jalan aspal baru ini menyisakan persoalan serius yang memicu tanda tanya besar terhadap profesionalisme instansi terkait.
Sorotan Utama Kondisi Jalan:
Dimensi Jalan yang Sempit: Badan jalan yang baru diaspal terlihat sangat terbatas dan minim ruang gerak, sehingga menyulitkan kendaraan ketika harus berpapasan.
Bibir Jalan Terjal dan Curam: Sisi pinggir aspal langsung berbatasan dengan bahu jalan yang lebih rendah, menciptakan undakan atau tebing tipis yang sangat berbahaya bagi roda kendaraan jika sedikit saja keluar jalur.
Minimnya Aspek Keselamatan: Kondisi ini memicu kekhawatiran publik, mengindikasikan bahwa perencanaan proyek terkesan asal jadi tanpa memperhitungkan mitigasi risiko kecelakaan.
Catatan Kritis: Pertanyaan mendasar kini tertuju kepada Dinas PUPR Kota Padang. Apakah sebelum memulai proyek ini instansi terkait tidak memperhitungkan keselamatan pengendara? Pembangunan fisik tanpa dibarengi standar keselamatan kerja dan kelayakan infrastruktur yang ramah pengguna sama saja dengan membangun "jebakan maut" bagi warga yang melintas.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Beberapa warga setempat mengaku bahwa kecelakaan sering kali terjadi pada saat kendaraan berpapasan di jalur tersebut, dan insiden ini sudah berulang kali terjadi di kawasan ini akibat kondisi badan jalan yang sempit serta bibir jalan yang terjal.
Di tengah keresahan warga yang kian memuncak, upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Kepala Bidang Bina Marga (Kabid BM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Ihsanul Rizki, hingga berita ini diturunkan sama sekali tidak memberikan respons. Sikap bungkam dari pejabat terkait ini semakin memperkuat kesan lepas tangan atas buruknya kualitas perencanaan infrastruktur yang mengancam keselamatan publik.
Masyarakat mendesak Dinas PUPR Kota Padang untuk segera turun tangan mengevaluasi dan memperbaiki bahu jalan di kawasan tersebut sebelum jatuh korban jiwa yang lebih parah akibat kelalaian sebelum proyek dimulai.
Padang, 13 September 2026
Oleh: Andarizal
