SOLOK - 16 JANUARI 2025 - Suasana senja di tepian Batang Lembang kini terasa berbeda. Kawasan yang dulunya identik dengan kesan kumuh dan ancaman luapan air, kini telah bersolek menjadi ruang publik yang estetis. Sejumlah warga Kota dan Kabupaten Solok mulai menjadikan pelataran turap sungai ini sebagai tempat favorit untuk bersantai, menikmati camilan, dan bercengkerama di kala sore.
Transformasi drastis ini merupakan hasil dari proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang (Tahap II). Proyek ini diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.
Pekerjaan yang dipimpin oleh PPK Sungai dan Pantai II ini sempat menghadapi tantangan berat. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan ancaman longsor yang melanda Ranah Minang sempat menghambat progres di lapangan. Namun, tantangan tersebut disikapi secara profesional oleh pihak rekanan.
Meskipun sempat terhenti akibat meluapnya debit air, proyek dengan nomor kontrak HK0201/Bws5.8.2/IV-2025/2 ini berhasil diselesaikan dengan menjaga mutu dan kualitas bangunan yang kokoh. Penyelesaian proyek ini juga didukung dengan pemberian kesempatan waktu selama 50 hari kepada kontraktor pelaksana, PT. Takabea Reshi Consulindo, untuk memastikan seluruh item pekerjaan tuntas sempurna.
Bukan sekadar mempercantik lingkungan, proyek senilai Rp48.630.856.000 yang bersumber dari dana SBSN ini memiliki dampak vital bagi keselamatan warga. Dengan selesainya pembangunan turap dan pengendalian banjir ini, pemukiman penduduk, fasilitas umum, hingga lahan pertanian seperti sawah dan ladang kini lebih terlindungi dari ancaman banjir tahunan.
"Dampaknya luar biasa. Selain mengatasi banjir, lingkungan jadi lebih elegan dan nyaman dipandang mata," ungkap salah seorang warga yang mengapresiasi kerja sama antara pihak BWS Sumatera V, konsultan PT. Innako Internasional Konsulindo KSO PT. Mettana, dan para kontraktor.
Selesainya proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi benteng pertahanan terhadap bencana, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata air. Kehadiran infrastruktur yang tertata rapi menciptakan peluang baru bagi UMKM di sekitar lokasi.
Kini, Batang Lembang tidak lagi dipandang dengan rasa khawatir saat hujan turun, melainkan dipandang dengan pesona riak air yang tenang dan suasana lingkungan yang sejuk, menjadikannya kebanggaan baru bagi masyarakat Solok.
(Redaksi?
