PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan jajaran pengurus Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang di Kediaman Resmmi Wali Kota pada Rabu (18/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus menyusun strategi penguatan mitigasi bencana di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Wali Kota membahas dua agenda besar: laporan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November 2025 serta evaluasi pelaksanaan tsunami drill massal yang digelar awal tahun 2025 lalu.
Dalam diskusi tersebut, Fadly Amran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan relawan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir tahun lalu, menjadi bahan pelajaran penting dalam memetakan titik-titik rawan di Kota Padang.
"Koordinasi di lapangan adalah kunci. Kami mengapresiasi peran aktif KSB yang selalu hadir menjadi garda terdepan saat terjadi situasi darurat di tengah masyarakat," ujar Fadly.
Ketua KSB Kota Padang, Keken, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Kota Padang selama ini. Menurutnya, kesuksesan berbagai agenda kebencanaan, termasuk simulasi tsunami (tsunami drill), tidak lepas dari fasilitas dan arahan yang diberikan Pemko.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Padang sehingga kegiatan kebencanaan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap dukungan Bapak Wali Kota untuk kemajuan KSB ke depan agar peran kami dalam mengedukasi masyarakat semakin maksimal,” tutur Keken.
Poin Utama Pertemuan:
• Audit Respons Bencana: Mengevaluasi efektivitas distribusi bantuan dan kecepatan evakuasi saat banjir November 2025.
• Optimalisasi Jalur Evakuasi: Meninjau hasil tsunami drill untuk memastikan masyarakat di zona merah memahami rute tercepat menuju zona aman.
• Keberlanjutan Program: Rencana peningkatan kapasitas personel KSB melalui pelatihan teknis yang lebih intensif di tahun 2026.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan literasi bencana bagi warga Kota Padang, mengingat posisi geografis kota yang memiliki risiko bencana cukup kompleks. (And)
