PADANG - Bank Nagari menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong roda perekonomian daerah Sumatera Barat melalui akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, bank pembangunan daerah ini tercatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp700 miliar.
Angka tersebut setara dengan 43,75 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp1,6 triliun yang dialokasikan untuk tahun ini. Dengan realisasi tersebut, Bank Nagari masih mengantongi sisa kuota pembiayaan yang cukup besar, yakni sekitar Rp900 miliar, yang siap dioptimalkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga akhir tahun.
Guna mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah yang sempat dilanda komparasi alam, Bank Nagari menghadirkan program khusus berupa KUR dengan bunga 0 persen. Fasilitas stimulus ini ditargetkan bagi pelaku UMKM yang berada di daerah terdampak bencana di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Program yang dijadwalkan berlaku hingga Desember 2026 ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi para pelaku usaha. Melalui instrumen ini, UMKM dapat menambah modal kerja, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas produksi guna mempercepat pemulihan usaha tanpa harus terbebani oleh biaya bunga.
Langkah masif Bank Nagari dalam memperkuat pembiayaan di sektor produktif ini berdampak signifikan terhadap postur perekonomian regional. Berdasarkan data hingga April 2026, total kredit yang telah disalurkan Bank Nagari secara keseluruhan mencapai Rp25,25 triliun, atau setara dengan 50,83 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat.
Melihat performa positif dan sisa pagu KUR yang masih longgar di angka Rp900 miliar, manajemen Bank Nagari optimistis penyaluran kredit bersubsidi ini akan terus meningkat secara signifikan. Manajemen juga berharap program ini dapat menjangkau pemanfaat yang lebih luas demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah khususnya Sumatera Barat.
(And)
