SOLOK SELATAN – Konektivitas antarkabupaten di Provinsi Sumatera Barat bakal semakin lancar seiring dengan progres positif pengerjaan proyek Peningkatan Jalan Sungai Sungkai – Log Batu Sandi / Batas Dharmasraya. Hingga akhir Mei 2026, realisasi fisik pengerjaan infrastruktur tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 89,98 persen.
Proyek sepanjang 7,0 kilometer ini dibiayai melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan total nilai kontrak mencapai Rp 65.177.490.000. Agenda pembangunan tersebut berada di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., menyampaikan bahwa kehadiran ruas jalan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, tidak hanya bagi mobilitas harian warga, melainkan juga untuk jaringan logistik regional.
"Ruas jalan sepanjang 7 kilometer ini merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang berfungsi sebagai penghubung wilayah Solok Selatan dan Kerinci menuju Jalan Lintas Tengah Sumatera, serta dipersiapkan untuk mendukung rencana Feeder Tol Dharmasraya-Rengat," ujar Masudi.
Berdasarkan data teknis di lapangan, pengerjaan yang dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 12 Desember 2025 lalu ini menunjukkan deviasi devrow yang positif. Sejumlah item pekerjaan utama bahkan telah rampung 100 persen, di antaranya:
• Pekerjaan penghamparan dan pemadatan agregat Kelas A.
• Pekerjaan pengaspalan menggunakan lapisan Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC).
• Pembangunan sistem drainase berupa pasangan batu mortar di sepanjang sisi jalan.
• Pembangunan struktur jembatan "box culvert" (gorong-gorong kotak beton).
Saat ini, pihak kontraktor pelaksana, PT. Arafah Alam Sejahtera, didampingi konsultan supervisi PT. Eskapindo Matra KSO, PT. Jasa Mitra Manunggal, dan PT. Indec Internusa, tengah berfokus menyelesaikan pekerjaan minor dan pelengkap jalan, termasuk pengerjaan marka jalan yang saat ini progresnya telah menyentuh angka 50 persen.
Dengan sisa masa pelaksanaan yang terus berjalan dari total 180 hari kalender, proyek ini diyakini akan selesai tepat waktu.
Ditingkatkannya kapasitas ruas jalan ini diharapkan mampu membawa dampak berantai (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Selain memperkuat konektivitas antarkabupaten, jalan ini juga memegang peranan vital sebagai jalur utama akses menuju kawasan perkebunan, sehingga mobilitas hasil bumi masyarakat menjadi jauh lebih aman, nyaman, dan efisien.
Rampungnya sebagian besar pekerjaan di ruas jalan ini langsung menuai respons positif dan apresiasi mendalam dari para pengguna jalan, khususnya para sopir angkutan barang dan travel yang setiap hari menggantungkan hidupnya di jalur tersebut.
Ronal (42), salah seorang sopir truk muatan sawit yang kerap melintas, mengaku sangat lega dengan perubahan wajah jalan Sungai Sungkai saat ini. Menurutnya, sebelum diperbaiki, jalur ini merupakan salah satu titik paling melelahkan dan rawan bagi kendaraan bertonase besar.
"Dulu lewat sini taruhannya waktu dan kondisi mobil. Lubang di mana-mana, kalau hujan jalanan berubah jadi kubangan lumpur, as roda patah itu sudah jadi makanan sehari-hari kami. Sekarang, setelah diaspal mulus dan dipasang drainase yang bagus, waktu tempuh jadi jauh lebih cepat. Kami bisa menghemat solar dan onderdil mobil tidak cepat rusak," ungkap Ronal dengan wajah tersenyum, (5/6).
Senada dengan Ronal, Hendra, seorang sopir box rute Solok Selatan–Dharmasraya, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek IJD ini.
"Bagi kami para sopir box, kenyamanan dan keselamatan penumpang adalah yang utama. Dengan kondisi jalan yang sekarang sudah mulus dan mulai dilengkapi marka jalan, perjalanan malam hari pun terasa jauh lebih aman dan tidak membuat waswas lagi. Kami sangat mengapresiasi kerja keras Kementerian PU dan kontraktor di lapangan," tutur Hendra.
Apresiasi dari para roda empat dan roda enam ini menjadi bukti nyata bahwa proyek infrastruktur bentukan pemerintah pusat ini tidak sekadar mengejar target angka di atas kertas, melainkan benar-benar menghadirkan solusi konkret yang langsung menyentuh dan meringankan beban urat nadi perekonomian masyarakat di lapangan.
(And)
