SUMBAR – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur darat di wilayah Sumatera Barat. Langkah konkret diwujudkan melalui pelaksanaan proyek penanganan intensif berupa preservasi jalan dan jembatan pada lintas utama yang menghubungkan Ruas Padang – Lubuk Alung – Padang Panjang – Padang Luar hingga Batas Kota Solok. Langkah strategis ini ditempuh guna menjamin konektivitas, keselamatan, serta kenyamanan optimal bagi para pengguna jalan.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Andi Mulya Rusli, ST., MT, mengungkapkan bahwa proyek preservasi berskala besar ini mengintegrasikan berbagai jenis penanganan fisik di lapangan secara simultan. Langkah tersebut dirancang untuk merespons kebutuhan jalan nasional yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan logistik dan penumpang yang sangat padat.
"Pekerjaan yang kami lakukan di lapangan meliputi pembangunan perkerasan kaku atau rigid pavement, perbaikan menyeluruh pada bahu jalan, pengaspalan berlapis menggunakan material AC-WC dan AC-BC, serta perbaikan lapis pondasi agregat kelas A. Tidak hanya itu, kami juga melaksanakan penanganan cepat terhadap titik-titik kerusakan melalui pekerjaan holding serta pemeliharaan rutin yang masif," terang Andi Mulya Rusli saat memberikan keterangan resminya.
Berdasarkan data teknis dari BPJN Sumatera Barat, total panjang keseluruhan dari ruas jalan nasional yang dipreservasi ini mencapai 133,91 kilometer. Dari bentangan tersebut, tim di lapangan memfokuskan alokasi penanganan efektif sepanjang 2.840 meter, yang langsung menyasar pada area-area kritis yang membutuhkan penguatan struktur serta peningkatan kapasitas jalan.
Pelaksanaan preservasi jalan ini dibagi menjadi beberapa klasifikasi pengerjaan guna memastikan efisiensi anggaran dan ketepatan fungsi di lapangan:
1. Rekonstruksi Jalan (340 Meter): Penerapan perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan lebar variasi berlokasi di Jl. Kamarullah Padang Panjang (Spot: 0+500 s.d 0+840). Pekerjaan ini didukung beton fc 15 Mpa pada bahu jalan dengan lebar berkisar antara 0,5 – 1 meter.
2. Rehabilitasi Mayor (1.600 Meter): Pengaspalan lapisan AC-WC setebal 0,04 meter dengan lebar 7 meter, yang tersebar di 6 titik lokasi penanganan efektif, dilengkapi perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dengan tebal variasi.
3. Rehabilitasi Minor (900 Meter): Aplikasi Laston Lapis Antara (AC-BC) setebal 0,06 meter dan Lapis Aus (AC-WC) setebal 0,06 meter dengan lebar badan jalan 6 meter di 2 titik lokasi penanganan.
4. Holding & Rutin Kondisi (Holding: 13.070 M | Rutin: 95.500 M): Perbaikan cepat menggunakan campuran aspal panas (*Hotmix*) dengan lebar penanganan bervariasi antara 0,3 hingga 1,5 meter serta ketebalan 0,05 meter untuk menutupi spot-spot jalan rusak secara kilat.
Selain fokus pada badan jalan, paket proyek ini juga mencakup aspek preservasi jembatan guna memastikan aspek keselamatan struktur penghubung tetap terjaga. Tercatat, program rehabilitasi jembatan menyasar 1 titik jembatan sepanjang 99 meter, pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 148,10 meter, serta program pemeliharaan rutin jembatan yang membentang sepanjang 470,10 meter.
Di tempat terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 PJN Wilayah I Sumatera Barat, Noor Arias Syamsu, ST., M.Si, menekankan bahwa seluruh tahapan konstruksi yang berjalan wajib melewati proses pengendalian mutu (quality control) yang sangat ketat. Pengawasan ini dilakukan secara berkala, baik di lapangan maupun pengujian sampel di laboratorium.
Beberapa pengujian berkala yang wajib dipenuhi meliputi:
Pengujian Core Drill: Pengambilan sampel inti guna mengukur ketebalan riil serta kepadatan lapisan aspal pasca-pemadatan agar sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak.
Uji Material Laboratorium: Verifikasi karakteristik gradasi agregat dan stabilitas formula campuran aspal panas sebelum dihamparkan.
Kontrol Temperatur Aspal: Pemantauan suhu aspal secara langsung menggunakan termometer mekanis saat pengiriman dan penghamparan guna mencegah degradasi kualitas akibat penurunan suhu ekstrem.
Melalui integrasi program preservasi yang komprehensif dan pengawasan mutu yang ketat, BPJN Sumatera Barat optimis kemantapan jalan nasional di wilayah ini dapat terus dipertahankan. Koridor Padang hingga Batas Kota Solok merupakan urat nadi logistik utama, sehingga kepastian kondisi jalan yang mantap, aman, dan andal diyakini akan langsung berdampak positif dalam menekan biaya logistik nasional serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah di Sumatera Barat.
Kelancaran dan kecepatan pengerjaan preservasi di lapangan mendapat respons positif langsung dari para pengguna jalan yang setiap hari menggantungkan hidupnya di jalur ini. Kehadiran tim konstruksi yang sigap, profesional, serta manajemen lalu lintas yang tertata dengan baik di area proyek menuai banyak pujian.
Rahmat (42), salah seorang sopir truk ekspedisi lintas Sumatra yang kerap membawa muatan logistik berat dari Padang menuju Solok, mengakui dampak instan dari pengerjaan ini. Menurutnya, titik-titik jalan yang sebelumnya bergelombang dan rawan amblas kini jauh lebih kokoh setelah dilakukan rekonstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) serta penanganan cepat (holding).
"Kami sangat mengapresiasi kinerja rekanan kontraktor di lapangan yang bekerja sangat profesional. Meskipun pekerjaan pembetonan dan pengaspalan ini melibatkan alat-alat berat, pengaturan arusnya tertata sangat rapi sehingga truk logistik kami tidak tertahan terlalu lama. Pengawasan dari tim Satker PJN Wilayah I Sumbar juga kelihatan sangat ketat di lapangan, makanya hasil pengerjaannya rapi, bersih, dan aspalnya padat," ujar Rahmat (19/6) saat ditemui di salah satu lokasi peristirahatan.
Senada dengan hal tersebut, apresiasi serupa juga datang dari sopir angkutan travel antar-kota, Doni (35), yang rute harian jalurnya melintasi Padang Panjang dan Padang Luar. Ia mengaku waktu tempuh kendaraannya kini menjadi jauh lebih efisien serta memangkas risiko kerusakan pada komponen kaki-kaki armada travelnya.
"Bagi kami sopir travel, keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah yang nomor satu. Dulu kalau lewat area penanganan ini harus ekstra hati-hati karena banyak lubang dadakan. Sekarang sejak digenjot pemeliharaan rutin dan pengaspalan minor, jalurnya mulus sekali. Kinerja rekanan di bawah komando tim Satker PJN Wilayah I Sumbar patut diacungi jempol karena pengerjaannya cepat dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat," tutup Doni. (Red)


