SUMBAR - 27 JUNI 2026 - Komitmen pemerintah dalam membuka isolasi geografis dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat terus berjalan positif. Proyek pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang kini menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Hingga 14 Juni 2026, realisasi fisik pembangunan infrastruktur tersebut tercatat telah mencapai 78,69 persen.
Jembatan yang dirancang dengan panjang bentang 100 meter dan lebar 1,80 meter ini dibangun khusus untuk menghadirkan akses mobilitas yang jauh lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan gantung ini dinilai memiliki arti strategis yang sangat besar bagi warga sekitar. Bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, hadirnya jembatan ini mengemban misi sosial dan ekonomi yang vital, yakni mengembalikan konektivitas yang sempat terputus serta memperlancar urat nadi aktivitas sehari-hari.
Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, memperlancar transportasi hasil pertanian, serta membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua nagari yang dihubungkan.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat bersama seluruh mitra kontraktor dan pihak terkait terus memacu sisa pekerjaan di lapangan. Berdasarkan lini masa yang telah ditetapkan, proyek ini ditargetkan menyentuh tahap Provisional Hand Over (PHO) atau Serah Terima Pertama Pekerjaan pada 4 Agustus 2026.
"BPJN Sumatera Barat bersama seluruh pihak yang terlibat terus berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai mutu, waktu, dan standar keselamatan yang telah ditetapkan," tulis keterangan resmi terkait progres proyek tersebut.
Dengan sisa waktu yang ada, dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan agar pembangunan ini dapat rampung tepat waktu tanpa kendala berarti. Jika berjalan lancar, dalam hitungan bulan masyarakat sudah dapat memanfaatkan fasilitas ini secara langsung demi kemajuan dan manfaat yang berkelanjutan. (And)
