SUMBAR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus memacu peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional di Sumatra Barat. Langkah ini ditegaskan dengan dimulainya paket proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Lubuk Alung - Pariaman - Padang Sawah untuk tahun anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi proyek yang dirilis oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumbar, proyek strategis ini didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.406.894.345,- (Tiga Miliar Empat Ratus Enam Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Empat Puluh Lima Rupiah).
Proyek pemeliharaan berkala ini telah resmi terkontrak sejak 11 Februari 2026 lalu, di bawah pengawasan langsung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 wilayah kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 1 Sumatra Barat.
Untuk memastikan kualitas pengerjaan fisik di lapangan, pihak Satker menunjuk CV. Teknik Kualiva Engineering sebagai pihak Penyedia Jasa (kontraktor pelaksana). Sementara itu, fungsi pengawasan teknis diserahkan kepada perusahaan konsultan PT. Seecons KSO PT. Indec Internusa sebagai Konsultan Supervisi.
Sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja dengan Nomor Kontrak, 01/PKK/SK-PJN1-Bb.03.23.1.5/II/2026, masa pelaksanaan proyek ini ditargetkan rampung dalam 324 hari kalender.
Jalur Lubuk Alung hingga Padang Sawah merupakan salah satu urat nadi transportasi logistik dan mobilisasi masyarakat di pesisir barat Sumatra Barat. Adanya preservasi rutin ini diharapkan mampu menekan angka kerusakan jalan, mencegah potensi kecelakaan akibat jalan berlubang, sekaligus menjaga keandalan jembatan di sepanjang rute tersebut.
Sebagai bentuk komitmen keterbukaan informasi publik (KIP), pihak pelaksana telah memasang papan proyek di lokasi strategis agar masyarakat dan media dapat ikut serta mengawasi jalannya pembangunan. Langkah transparansi ini sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola infrastruktur yang akuntabel dan tepat mutu di wilayah Sumatra Barat.
Dimulainya proyek preservasi ini mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur tersebut, khususnya para sopir angkutan logistik. Selama ini, beberapa titik di rute Lubuk Alung hingga Padang Sawah dinilai cukup menantang karena kondisi aspal yang mulai berlubang dan bergelombang akibat beban kendaraan yang berat.
Ronal (42), salah seorang sopir truk boks ekspedisi rute Padang–Pasaman, menyampaikan apresiasinya terhadap gerak cepat pihak rekanan dan pengawas di lapangan. Menurutnya, pengerjaan sudah dan telah berjalan ini menunjukkan komitmen profesionalitas yang tinggi demi keselamatan pengendara.
"Sebagai sopir boks yang tiap hari lewat sini membawa barang muatan penuh, jalan berlubang itu musuh utama. Taruhannya bukan cuma kaki-kaki armada yang cepat rusak, tapi juga keselamatan. Kami sangat mengapresiasi profesionalisme rekanan (CV. Teknik Kualiva Engineering) dan pengawas yang langsung turun ke lokasi. Pengerjaannya rapi dan tanda peringatan bagi pengendara juga dipasang dengan jelas," ungkap Ronal saat ditemui di salah satu tempat istirahat jalur Pariaman, (16/6).
Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara lain yang berharap agar pengerjaan ini bisa selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas aspal. Keberadaan konsultan supervisi PT. Seecons KSO PT. Indec Internusa diharapkan mampu menjaga mutu proyek senilai Rp3,4 miliar ini agar daya tahan jalan bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan adanya pemeliharaan berkala yang profesional dan transparan, jalur vital Lubuk Alung - Pariaman - Padang Sawah diharapkan dapat segera bebas dari lubang (zero pothole), sehingga roda perekonomian dan distribusi logistik di Sumatra Barat dapat berjalan semakin lancar dan aman. (KJI)
