PASAMAN BARAT - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumbar PPK 1.4 resmi menggelar pemeliharaan berkala pada Jembatan Aia Gadang B. Jembatan yang berlokasi di KM 185+100, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ini mendapatkan penanganan khusus guna memastikan keandalan struktur bangunan bawahnya.
Fokus utama pekerjaan saat ini berada pada instalasi fender di pilar-pilar utama jembatan. Penggunaan fender berdiameter 20 sentimeter tersebut difungsikan sebagai peredam dan pelindung fisik pilar dari ancaman benturan material hanyutan sungai seperti batang kayu maupun sampah gelondongan yang kerap terbawa saat luapan arus meningkat.
Dari total tiga pilar yang ditargetkan melingkupi Jembatan Aia Gadang B, pengerjaan fisik pemasangan fender kini tengah dipacu secara intensif pada Pilar 1 dan Pilar 3.
Langkah pemeliharaan ini menjadi bagian dari strategi preventif PJN Sumatera Barat untuk mengamankan aset jalan nasional serta memperpanjang usia layanan jembatan. Dengan terpasangnya sistem perlindungan struktur bawah ini, risiko kerusakan akibat hantaman banjir dapat diminimalkan, sehingga aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut tetap terjamin.
Bagi warga sekitar dan para pengguna jalan, penguatan Jembatan Aia Gadang B bukan sekadar pengerjaan proyek teknis semata, melainkan tumpuan asa bagi denyut nadi ekonomi dan aktivitas harian mereka. Sungai Aia Gadang yang kerap meluap saat curah hujan tinggi acap kali membawa rasa cemas, terutama bagi warga yang menggantungkan mobilitasnya pada ketahanan jembatan ini.
"Jembatan ini penghubung utama kami untuk membawa hasil tani dan mengantar anak-anak sekolah. Kalau sampai rusak terkena hantaman kayu saat banjir, akses kami lumpuh," ungkap Buyung (48), salah seorang warga lokal yang kerap melintas di kawasan tersebut, (4/9).
Kehadiran fender pelindung ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendengarkan dan menjawab kekhawatiran masyarakat. Dengan pilar yang lebih kokoh dan terlindungi, warga kini dapat melintas dengan rasa aman dan tenang, tanpa perlu berselimut waswas sewaktu-waktu debit air sungai naik meluap. Penguatan jembatan ini tak hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga merawat kelangsungan hidup dan interaksi sosial masyarakat Pasaman Barat agar terus terhubung tanpa hambatan. (Red)
