-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ketika Belum BISA Menjadi Pohon Rindang

    Rabu, 23 September 2026, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T22:08:18Z

    Ada saatnya hidup tidak meminta kita untuk menjadi pahlawan yang mengubah dunia, atau sosok hebat yang namanya dielu-elukan banyak orang. Kadang, keberadaan kita terasa begitu sunyi, melangkah dalam diam tanpa jejak besar yang bisa dibanggakan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.


    Di titik itu, kekecewaan kerap hadir merayapi dada, membisikkan rasa tidak berdaya karena belum mampu memberi manfaat yang berarti.


    Namun, di balik kesederhanaan hidup yang tampak biasa saja, ada kehormatan tertinggi yang bisa kita jaga, keberanian untuk tidak menjadi beban bagi orang lain.


    Menjaga diri agar tidak merugikan siapapun adalah sebuah kebaikan yang tersembunyi. Saat kita memilih untuk menahan lisan dari perkataan yang menyakiti, mengontrol jemari agar tak menyebarkan fitnah, serta berjuang menopang langkah sendiri meski harus tertatih-tatih, di sinilah kedewasaan jiwa itu berada. Ketaatan untuk tidak merusak, tidak mencuri ketenangan orang lain, dan tidak menambah beban di pundak mereka yang sudah lelah adalah bentuk empati terdalam.


    Mungkin hari ini kita belum bisa menjadi pohon rindang yang menaungi banyak jiwa dari terik matahari. Namun, tidak menjadi duri di jalanan yang dilalui orang lain sudah cukup membuat keberadaan kita berarti. Tidak merugikan orang banyak adalah fondasi dasar dari sebuah kebaikan.


    Sebab di dunia yang sudah penuh dengan riuh kebisingan dan kerumitan ini, kehadiran seseorang yang tetap tenang, tahu diri, dan tidak menyusahkan adalah sebuah kedamaian yang tak ternilai harganya.


    Maka, jangan pernah merasa kecil hati jika langkahmu hari ini belum mampu meninggalkan jejak yang membanggakan. Jangan menghakimi dirimu terlalu berlebihan hanya karena belum bisa membalas semua kebaikan yang pernah kamu terima.


    Terkadang, menjaga ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia adalah pencapaian terbesar yang bisa kita berikan.


    Ketika malam jatuh dan kamu meletakkan kepala di atas bantal, tersenyumlah dalam hening. Biarkan hatimu berbisik dengan lega: "Hari ini, tidak ada satu pun jiwa yang terluka karena lisanku. Tidak ada satu pun langkah yang terhambat karena keberadaanku."


    Ketahuilah, dalam ketidakberdayaan yang paling sunyi sekalipun, keputusanmu untuk tetap menjadi pribadi yang tahu diri, tidak merugikan, dan tidak menyusahkan orang lain adalah sebuah doa yang paling tulus. Itu adalah cara terindahmu mencintai kehidupan sebuah jejak kebaikan yang, walau tak terlihat oleh mata manusia, akan selalu bergema abadi di dalam relung semesta.


    Padang, 22 September 2026

    Oleh: Andarizal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini