Pasaman Barat dikaruniai basis ekonomi yang sangat kuat di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Data BPS 2023 mencatat bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 38,88% PDRB daerah sekaligus menyerap 45,37% tenaga kerja.
Angka ini tidak sekadar menunjukkan dominasi sektor primer, melainkan menegaskan posisi strategisnya sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Namun di balik potensi besar tersebut, ada tantangan nyata yang harus kita jawab, bagaimana mendongkrak produktivitas dan menciptakan nilai tambah di daerah sendiri?
Agenda Pasaman Barat ke depan bukan lagi sebatas menggenjot volume produksi atau sekadar panen. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu mengolah potensi mentah tersebut menjadi kekuatan pasar yang berdaya saing tinggi.
Lima Pengungkit Strategis
Untuk mewujudkan transformasi ekonomi ini, ada lima pengungkit utama yang harus menjadi prioritas pembangunan daerah.
1 Hilirisasi Komoditas
Memperkuat rantai nilai komoditas unggulan seperti kelapa sawit, tanaman pangan, dan hasil perikanan melalui industri pengolahan pascapanen yang layak secara ekonomi, peningkatan standar mutu, serta perluasan jaringan pasar.
2 Peningkatan Produktivitas Masyarakat
Mendorong modernisasi melalui adopsi teknologi tepat guna, membuka kemudahan akses pembiayaan, memperkuat kelembagaan petani dan nelayan, serta menekan angka kehilangan hasil (losses) pada rantai pascapanen.
3 Investasi Produktif dan Inklusif
Mengarahkan investasi daerah pada sektor-sektor yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja lokal, membangun kemitraan erat dengan pelaku usaha setempat, dan memastikan nilai tambah ekonomi berputar di dalam daerah.
4 Integrasi Kawasan Ekonomi
Membangun konektivitas yang solid antara sentra-sentra produksi, kawasan industri pengolahan, infrastruktur logistik, hingga ke titik pasar dalam satu rantai pasok yang efisien.
5 Pemerataan Kesejahteraan
Memastikan angka pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada statistik PDRB semata, melainkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan riil keluarga, penguatan UMKM, dan penurunan angka kemiskinan secara signifikan.
Eksekusi Terukur dan Bertahap
Perubahan tidak bisa terjadi dalam semalam. Pelaksanaannya harus dilakukan secara terencana dan terukur melalui tahapan eksekusi yang disiplin.
Penutup
Pasaman Barat membutuhkan lompatan paradigma, dari ekonomi berbasis produksi mentah menuju ekonomi berbasis produktivitas, pengolahan, dan nilai tambah. Saatnya kita bergerak mengolah potensi daerah menjadi kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Sumbar, 15 Oktober 2026
Oleh: Adli
