-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dirtek PDAM Padang Dua Bulan Kosong, Ujian Meritokrasi Fadly Amran dan Maigus Nasir

    Selasa, 06 Oktober 2026, Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-07T03:55:44Z


    Dua bulan sudah kursi Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang dibiarkan kosong pasca-kepindahan Andri Satria ke Cirebon. Di balik lambannya proses pengisian jabatan krusial ini, publik kini mulai dirundung tanya sekaligus curiga, adakah "udang di balik batu"? Apakah posisi strategis ini sengaja diulur demi memuluskan jalan bagi orang-orang dekat sang Wali Kota, Fadly Amran, dan Wakil Wali Kota, Maigus Nasir?


    Sebagai pucuk pimpinan di Kota Padang, Fadly Amran dan Maigus Nasir memikul tanggung jawab moral dan administratif yang besar. Namun, penempatan jabatan di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kerap kali menjadi "lahan basah" uji kesetiaan politik ketimbang murni uji kompetensi profesional.


    Menakar Kritis Kebijakan Pimpinan Kota Padang


    • Transparansi yang Dipertanyakan: Kekosongan jabatan hingga dua bulan menunjukkan lemahnya akselerasi birokrasi, atau justru mengindikasikan alotnya tarik-menarik kepentingan di lingkaran internal pendopo. Publik berhak tahu, sejauh mana proses seleksi terbuka ini berjalan secara objektif?

    • Bayang-bayang Nepotisme Politik: Tradisi birokrasi lokal yang kerap menjadikan BUMD sebagai "kendaraan balas budi" atau tempat parkir orang dekat penguasa harus segera diakhiri. Jika kursi Dirtek PDAM Padang nantinya diisi oleh figur bermodal kedekatan alih-alih rekam jejak mumpuni di bidang kelayakan air minum, maka Fadly-Maigus sama saja mengkhianati janji kampanye meritokrasi.

    • Pertaruhan Pelayanan Publik: PDAM bukanlah instansi politis, melainkan benteng pelayanan dasar masyarakat. Setiap hari, warga Padang masih dihadapkan dengan berbagai persoalan distribusi air bersih. Mengabaikan profesionalisme dalam memilih Dirtek sama dengan membiarkan masyarakat terus menanggung sengsara akibat buruknya manajemen teknis air minum.

    Menagih Komitmen "Padang Juara" yang Bersih


    Pasangan Fadly Amran dan Maigus Nasir harus sadar bahwa mata masyarakat Padang kini tengah awas mengawasi. Pengisian kursi Dirtek PDAM ini akan menjadi batu ujian, apakah kepemimpinan mereka benar-benar membawa angin perubahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kompetensi, atau justru melanggengkan praktik kolusi terselubung demi melanggengkan pengaruh kelompok terdekat?


    Jangan sampai, kursi panas Dirtek PDAM Padang sekadar menjadi trofi empuk bagi pemenang kontestasi politik, sementara jeritan warga yang mendambakan air mengalir lancar hanya dianggap angin lalu.


    Saatnya Memilih Berdasarkan Skill, Bukan Sekadar Kedekatan


    Sudah saatnya gerbong birokrasi dan pengelolaan BUMD di Kota Padang diselamatkan dari rantai patronase politik. Kursi Direktur Teknik PDAM bukanlah ruang kompromi bagi suksesnya tim sukses, melainkan pos komando teknis yang menuntut kapabilitas tinggi, integritas tanpa kompromi, dan penguasaan manajerial air minum yang mumpuni.


    Fadly Amran dan Maigus Nasir harus membuktikan bahwa kepemimpinan mereka menjunjung tinggi meritokrasi memilih figur yang benar-benar punya skill, rekam jejak gemilang, dan kecakapan profesional. Jika standar kompetensi ini yang dikedepankan, maka kekhawatiran publik tentang "orang dekat penguasa" akan terjawab dengan sendirinya melalui lahirnya pemimpin PDAM yang amanah, handal, dan berorientasi murni pada pelayanan rakyat.


    Padang, 7 Oktober 2026

    Oleh: Andarizal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini