SUMBAR - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan ketahanan infrastruktur jalan nasional. Dibawah arahan Kepala Satker PJN Wilayah II, Masudi, ST., MT., dan PPK 2.2 PJN Wilayah II, Dhani Asri, ST., BPJN Sumbar menerapkan penggunaan inovasi material lokal berupa Asbuton (Aspal Batu Buton) Pracampur PG 70 pada dua paket kegiatan preservasi jalan.
Asbuton merupakan aspal alam nasional yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Produk Asbuton Pracampur PG 70 ini diproduksi dengan mengombinasikan 20 persen ekstraksi batuan aspal Buton dan 80 persen aspal minyak. Pemanfaatan material ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap penggunaan material dalam negeri (TKDN) pada proyek strategis negara.
Penggunaan material Asbuton Pracampur dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan teknis dibanding aspal konvensional, antara lain daya lekat yang lebih tinggi dengan tingkat kelenturan serta stabilitas maksimal. Selain itu, material ini lebih tahan terhadap penetrasi air dan stripping aging, kuat menahan beban lalu lintas berat, serta sangat cocok untuk daerah bertemperatur tinggi.
Adapun dua paket preservasi jalan nasional di Sumatera Barat yang menggunakan material ini meliputi.
1 Ruas Sei. Dareh – Junction (Koto Baru), Kabupaten Dharmasraya
Memiliki total panjang penanganan 19,35 Km, yang terdiri dari.
* Rehabilitasi Minor: 2,10 Km
* Rehabilitasi Mayor: 11,80 Km
* Rekonstruksi Jalan: 5,45 Km
2 Ruas Tanah Badantung – Kiliranjao, Kabupaten Sijunjung
Memiliki total panjang penanganan 26,88 Km, yang terdiri dari.
* Rehabilitasi Minor: 2,90 Km
* Rehabilitasi Mayor: 19,00 Km
* Rekonstruksi Jalan: 4,98 Km
Secara keseluruhan, total kebutuhan Asbuton Pracampur PG 70 untuk kedua paket penanganan jalan nasional sepanjang 40,69 km ini mencapai ±5.283,62 ton. Kedua paket pekerjaan preservasi jalan tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya (Provisional Hand Over/PHO) pada 25 Oktober 2027.
Dengan diterapkannya teknologi aspal alam dalam negeri ini, infrastruktur jalan nasional di Sumatera Barat diharapkan dapat menjadi lebih kuat, tahan lama, serta mampu memberikan tingkat keselamatan dan kenyamanan berkendara yang optimal bagi masyarakat pengguna jalan. (Red)
