-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Translate

    Iklan

    Iklan

    Membongkar Kunci Sukses Perumda Air Minum Kota Padang: Visi Berani Hendra Febrizal Dampak Nyata

    Rabu, 27 Agustus 2025, Agustus 27, 2025 WIB Last Updated 2025-08-28T04:27:57Z
    Hendra Febrizal, Dirut PDAM Kota Padang


    Pada tanggal 11 Oktober 2018, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang memulai babak baru yang sarat ambisi. Hendra Febrizal dilantik sebagai Direktur Utama, tidak hanya untuk melanjutkan operasional, tetapi untuk sebuah misi besar yang dicanangkan oleh Walikota Padang saat itu, Mahyeldi Ansharullah, mengubah perusahaan dari sekadar penyedia air dasar menjadi produsen air minum yang siap saji dan berstandar global.


    Kini, setelah beberapa tahun berlalu, analisis kinerja menunjukkan bahwa mandat ambisius itu telah diwujudkan menjadi realitas yang konkret. Di bawah kepemimpinan Hendra Febrizal, perusahaan tidak lagi hanya mengalirkan air, tetapi juga mengalirkan inovasi, transparansi, dan tanggung jawab sosial.


    Langkah pertama yang paling berani dan transformatif adalah merealisasikan visi "air siap minum". Apa yang awalnya terlihat seperti konsep idealis, diubah menjadi program yang terstruktur. Dimulai dengan peluncuran spot air minum publik di lokasi-lokasi strategis seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan, inisiatif ini tidak hanya memberikan akses mudah bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kampanye nyata untuk mengurangi sampah botol plastik.


    Keberhasilan ini kemudian berkembang menjadi sebuah lompatan bisnis yang signifikan. Perumda Air Minum Kota Padang mulai memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) sendiri. Produk ini tidak main-main, karena telah mengantongi izin dari BPOM dan label halal dari MUI, sebuah bukti nyata komitmen terhadap kualitas dan keamanan produk. Dengan skema penjualan melalui koperasi, perusahaan berhasil menavigasi peraturan yang membatasi penjualan langsung, sekaligus memberdayakan entitas ekonomi lokal.

    Pencapaian paling krusial adalah saat laboratorium pengujian air perusahaan mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada Juni 2022. Akreditasi ini adalah validasi ilmiah yang membuktikan bahwa air yang dihasilkan telah memenuhi standar internasional. Ini merupakan sebuah justifikasi kuat terhadap visi awal yang dilontarkan Walikota Mahyeldi.


    Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada tata kelola internal. Perumda Air Minum Kota Padang mengadopsi sistem rekrutmen pegawai secara daring, sebuah langkah yang memastikan proses seleksi lebih transparan dan akuntabel. Pendekatan ini selaras dengan perolehan skor Good Corporate Governance (GCG) 81,32, yang menempatkan perusahaan dalam kategori "Baik".


    Di ranah sosial, kepemimpinan Hendra Febrizal menunjukkan empati yang kuat. Program air gratis diluncurkan untuk 1.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebuah inisiatif yang mendukung roda ekonomi masyarakat. Program ini juga merangkul rumah ibadah, dengan membebaskan biaya pemakaian air bagi 607 masjid dan musala selama bulan Ramadhan. 


    Saat pandemi COVID-19 melanda, perusahaan berani mengambil keputusan yang berisiko finansial, yaitu menggratiskan tagihan air selama tiga bulan bagi 3.550 pelanggan dari kelompok rentan. Tindakan ini, meskipun berpotensi merugikan lebih dari Rp1 miliar, mencerminkan komitmen untuk membantu masyarakat di masa sulit. Aksi-aksi ini tidak luput dari perhatian, yang menghasilkan penghargaan "Leadership Terfavorit BUMD Kota Padang" pada tahun 2022.


    Pengakuan terhadap kinerja Perumda Air Minum Kota Padang tidak hanya datang dari penghargaan lokal. Perusahaan ini telah menjadi rujukan dan "model" bagi PDAM lain di Indonesia. Berbagai entitas, mulai dari Bapemperda DPRD Sumatera Utara, PDAM Tirta Seribu Sungai, hingga DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, datang untuk melakukan studi banding dan konsultasi. Partisipasi Hendra Febrizal sebagai Ketua Umum PD Perpamsi Sumatera Barat dan Sekretaris Umum Asosiasi Perusahaan Pengelola Air Minum dan Sanitasi Indonesia (APPAMSI) semakin menguatkan posisinya sebagai figur berpengaruh di industri air minum nasional.


    Namun, di balik semua keberhasilan ini, tantangan besar masih membayangi, infrastruktur yang menua. Walikota Mahyeldi kala itu pernah mengestimasi bahwa butuh dana hingga Rp1 triliun untuk memperbarui jaringan pipa, termasuk "Pipa Belanda" yang sudah berusia puluhan tahun. Tantangan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan layanan air yang optimal membutuhkan investasi besar dan solusi finansial yang tidak konvensional.

    Menghadapi kenyataan ini, Perumda Air Minum Kota Padang merencanakan penyesuaian tarif secara bertahap mulai tahun 2025. Langkah ini menunjukkan pemahaman mendalam bahwa subsidi yang tidak tepat sasaran dan tarif yang rendah telah menghambat peningkatan kualitas layanan. Keputusan ini, meskipun tidak populer, adalah langkah krusial menuju pemulihan biaya penuh (Full Cost Recovery) yang esensial untuk keberlanjutan perusahaan di masa depan.


    Masa jabatan Hendra Febrizal telah mengubah Perumda Air Minum Kota Padang menjadi entitas yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada masyarakat. Visi air siap minum yang ia wujudkan menjadi bukti bahwa perusahaan daerah juga dapat menjadi inovator. Pondasi yang telah ia bangun baik dari sisi produk, tata kelola, maupun tanggung jawab sosial sangatlah kuat. Namun, kelanjutan dari visi ini akan sangat bergantung pada bagaimana tantangan struktural, khususnya masalah pendanaan infrastruktur, dapat diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan. Perjalanan ini masih panjang, tetapi Perumda Air Minum Kota Padang kini telah berada di jalur yang tepat.

    Padang, 28 Agustus 2025

    Penulis: Andarizal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini