Ada sebuah rahasia kecil yang Tuhan titipkan di balik tangis pertama seorang bayi perempuan saat ia menghirup udara dunia. Di saat itu, Tuhan tidak hanya sedang mengirimkan seorang anak. Ia sedang mengirimkan penjaga hatimu.
Ketika istrimu berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkannya, di sanalah kamu akan menyaksikan sebuah keajaiban. Kamu akan menemukan sosok perempuan kuat baru dalam hidupmu, seorang manusia kecil yang, tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, telah memberikan seluruh cintanya kepadamu secara tulus, tanpa syarat, dan tanpa celah.
Dunia mungkin akan menghakimimu, menilaimu dari keberhasilan atau kegagalanmu. Namun, bagi anak perempuanmu, kamu adalah pahlawan yang tak bercacat.
Ia akan tumbuh menjadi sahabat sejatimu. Tempatmu bisa meletakkan semua beban di pundak tanpa rasa takut terlihat lemah. Di matanya yang jernih, kamu bukan sekadar pria biasa, kamu adalah "Rumah" pelabuhan pertama dan tempat paling aman di mana ia merasa selalu terlindungi.
Ada sebuah ikatan suci yang tak kasat mata, kamu adalah cinta pertamanya. Dari genggaman tangannya yang mungil pada jarimu, ia belajar tentang arti keamanan. Dari caramu memperlakukannya, ia belajar tentang arti harga diri. Baginya, kamu adalah standar dari segala bentuk kasih sayang di dunia ini.
Waktu akan terus berlari, rambutmu akan memutih, dan langkahmu mungkin tak lagi tegap. Namun, di saat itulah alasan Tuhan mengirimkannya menjadi semakin nyata.
Kelak, saat duniamu mulai sunyi dan tubuhmu mulai merenta, dialah yang akan tetap berdiri di sampingmu. Dengan tangan lembut yang dulu pernah kau tuntun untuk berjalan, ia akan merawatmu. Dengan suara yang dulu kau ajarkan bicara, ia akan menghiburmu. Ia tidak hanya menjaga fisikmu, ia menjaga jiwamu agar tetap merasa berharga hingga akhir masa.
Anak perempuan adalah surat cinta dari Tuhan yang ditulis dengan tinta ketulusan, dikirimkan agar setiap ayah tahu bahwa ia tidak akan pernah benar-benar sendirian.
Padang, 13 Januari 2026
By: Andarizal
