-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Era Mahyeldi, Sumbar Bakal Miliki Terowongan Tol Terpanjang di Indonesia

    Kamis, 05 Februari 2026, Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T01:44:28Z

    JAKARTA – Proyek strategis nasional Jalan Tol Padang-Pekanbaru kembali mencatatkan langkah besar di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Selasa (3/2/2026), diputuskan bahwa kelanjutan tol seksi Sicincin/Kayu Tanam – Bukittinggi akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir berupa terowongan sepanjang 5,5 kilometer.


    Pembangunan infrastruktur yang menelan biaya investasi sebesar Rp25,23 triliun ini dirancang untuk menembus tantangan geografis Sumatera Barat yang ekstrem. Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa jalur ini akan dibagi menjadi dua segmen utama, yakni Segmen Sicincin-Padang Panjang (20,3 km) dan Segmen Padang Panjang-Bukittinggi (19,71 km).


    Fokus utama pembangunan terletak pada segmen Sicincin/Kayu Tanam – Padang Panjang. Untuk mengatasi medan perbukitan, pemerintah tidak hanya membangun jalan biasa, melainkan kombinasi struktur yang kompleks:


     • Dua Terowongan Raksasa: Terowongan pertama membentang sepanjang 5,5 kilometer dan terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer.


     • Jembatan Layang: Sepanjang 10 kilometer struktur jalan akan berupa jembatan untuk menjaga ekosistem dan menyiasati curamnya lereng.


     • Jalan At Grade: Hanya sekitar 4,45 kilometer yang dibangun di atas permukaan tanah.


    "Perencanaannya disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi. Karena karakteristiknya yang unik, dibutuhkan survei dan analisis yang sangat komprehensif," ujar Gubernur Mahyeldi usai rapat tersebut.


    Gubernur yang akrab disapa Buya ini menambahkan bahwa survei topografi telah rampung dilaksanakan. Tahapan berikutnya adalah survei geoteknik melalui metode boring investigation (pengeboran tanah) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026.


    Namun, Mahyeldi memberikan catatan kritis bahwa kelancaran tim survei di lapangan sangat bergantung pada perizinan hutan lindung dari kementerian terkait. "Jika izin belum terbit, tim belum bisa bekerja. Kami berharap dukungan lintas sektor agar ini segera berjalan," tambahnya.


    Selain aspek teknis, Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan. Dukungan masyarakat dianggap sebagai kunci utama agar pembangunan di segmen ini tidak mengalami kendala sosial.


    Rapat strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, jajaran Kementerian Kehutanan, Dirut Hutama Karya, serta para pakar dari Masyarakat Terowongan Indonesia, yang menunjukkan kuatnya komitmen kolektif untuk menuntaskan salah satu ruas tol terindah dan tersulit di Indonesia ini.  (And) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini