PADANG – Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) siap menyerahkan hasil riset strategis terkait mitigasi bencana kepada Pemerintah Kota Padang. Riset ini fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman nyata gempa megathrust Mentawai dan tsunami.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Unand, Prof. Yenny Narny, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui Wali Kota Padang untuk mengundang orang nomor satu di ibu kota Sumatra Barat tersebut dalam agenda penyerahan hasil riset.
Riset yang bertajuk “Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang” ini menghasilkan sejumlah luaran konkret yang dirancang khusus untuk memperkuat ketahanan masyarakat zona merah.
"Riset ini menghasilkan sejumlah luaran strategis yang sangat relevan dengan upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat Kota Padang, khususnya bagi warga di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak langsung jika terjadi gempa megathrust Mentawai dan tsunami," ujar Prof. Yenny.
Dalam pemaparannya, Prof. Yenny menjelaskan ada dua produk utama dari hasil inovasi tim peneliti Unand yang siap diaplikasikan di lapangan:
Rancangan Shelter Berbasis Masjid: Mengoptimalkan rumah ibadah yang berada di kawasan pemukiman padat pantai sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES). Konsep ini memanfaatkan struktur bangunan masjid secara arsitektural agar mampu menampung warga saat evakuasi vertikal.
Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Berbasis Komunitas: Teknologi mitigasi yang dirancang oleh tim ahli Unand agar bisa dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh pengurus masjid dan komunitas lokal, tanpa ketergantungan penuh pada sistem terpusat.
Langkah ini dinilai menjadi terobosan penting untuk memangkas jeda waktu evakuasi (golden time) masyarakat pesisir Padang secara mandiri, murah, dan berbasis kearifan lokal. Penyerahan hasil riset ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemko Padang menjadi kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur yang berbasis mitigasi bencana. (And)
