SUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) terus memacu peningkatan infrastruktur jalan demi mendongkrak konektivitas dan mobilitas ekonomi masyarakat. Salah satu proyek strategis yang tengah digenjot saat ini adalah Rekonstruksi Jalan Provinsi pada Ruas Matur–Palembayan (P.080) di Kabupaten Agam.
Proyek yang didanai melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 ini menelan nilai kontrak sebesar Rp3,12 miliar. Dalam pelaksanaannya, proyek infrastruktur ini dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Anugrah Karya Bersama Persada.
Pihak Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat menjelaskan bahwa penanganan jalan dilakukan sepanjang 1.336 meter yang pembagiannya dialokasikan ke dalam dua segmen prioritas.
"Lingkup pengerjaan dirancang secara komprehensif. Tidak hanya fokus pada rekonstruksi jalan dan perkerasan aspal, tetapi juga mencakup pembangunan lapis pondasi, pemasangan bronjong, serta pasangan batu," tulis pihak Dinas BMCKTR dalam keterangannya.
Langkah penguatan struktur dengan bronjong dan pasangan batu ini diambil sebagai strategi dinas untuk memperkuat badan jalan. Hal ini mengingat topografi wilayah Matur–Palembayan yang menantang, sehingga konstruksi yang kokoh sangat diperlukan guna meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap kondisi lingkungan dan cuaca ekstrem di sekitarnya.
Berdasarkan data progres kerja terbaru per 21 Juni 2026, realisasi fisik di lapangan dilaporkan telah menyentuh angka 46,29 persen. Capaian yang hampir menginjak paruh jalan ini menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai dengan target yang direncanakan.
Meski menunjukkan deviasi progres yang baik, pihak Dinas BMCKTR menegaskan bahwa pengawasan ketat di lapangan akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini krusial untuk memastikan setiap tahapan rekonstruksi, mulai dari fondasi hingga pengaspalan akhir, benar-benar memenuhi spesifikasi teknis dan mutu yang telah ditetapkan demi keamanan pengguna jalan dalam jangka panjang.
Perkembangan positif proyek ini pun disambut baik oleh para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan ini, mengingat ruas Matur–Palembayan merupakan salah satu urat nadi transportasi logistik dan mobilitas harian warga.
Roni (38), seorang sopir mobil box yang rutin membawa barang dagangan dari Bukittinggi menuju Palembayan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, khususnya Dinas BMCKTR.
"Dulu kalau lewat sini harus ekstra hati-hati karena ada beberapa titik yang amblas dan berlubang, sangat berisiko untuk mobil muatan berat. Dengan adanya penguatan tebing dan aspal baru ini, perjalanan kami jadi jauh lebih aman dan cepat. Kami sangat mengapresiasi kerja cepat dinas," ungkap Roni, (24/6).
Apresiasi serupa juga datang dari pengendara roda dua. Siska (26), seorang warga lokal yang setiap hari berkendara motor untuk bekerja, merasa jauh lebih tenang saat melintas, terutama ketika cuaca buruk.
"Jalur ini terkenal rawan kalau hujan deras. Tapi sekarang, dengan dipasangnya bronjong dan pondasi batu yang kokoh, kami yang naik motor merasa lebih terlindungi dari ancaman longsor atau jalan amblas. Terima kasih Dinas BMCKTR Sumbar yang sudah mendengarkan kebutuhan masyarakat di sini," tuturnya.
Dengan progres yang terus berjalan positif dan dukungan penuh dari masyarakat, Dinas BMCKTR Sumbar optimistis proyek rekonstruksi ini dapat rampung tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal guna mendongkrak roda perekonomian di Kabupaten Agam dan sekitarnya. (And)

