AGAM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) bergerak cepat melakukan penanganan terhadap kerusakan jembatan di ruas Jalan Manggopoh - Padang Luar. Infrastruktur vital yang berlokasi di STA 106+650, Nagari Balai Salasa, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam ini mengalami penurunan struktur akibat faktor usia dan beban kendaraan.
Jembatan penyeberangan tersebut merupakan konstruksi bata tua yang memiliki fungsi ganda. Selain menjadi urat nadi transportasi, jembatan ini juga berfungsi sebagai bagian dari saluran irigasi dengan aset di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) V.
Kerusakan pada struktur jembatan ini dilaporkan pertama kali mulai terjadi pada 26 April 2026. Merespons kondisi tersebut, Dinas BMCKTR langsung mengambil tindakan preventif keesokan harinya, 27 April 2026, dengan memasang plat baja demi menjamin arus lalu lintas tetap landai dan aman.
Namun, hantaman volume kendaraan yang tinggi serta maraknya kendaraan bermuatan berat yang melintas membuat kerusakan struktur terus berkembang. Berikut adalah lini masa perkembangan situasi di lapangan:
3 Juni 2026: Petugas melakukan penambahan plat baja darurat di titik kerusakan untuk memperkuat daya tahan jembatan.
20 Juni 2026: Terjadi penurunan struktur susulan yang cukup signifikan. Kondisi ini memaksa dilakukannya pembatasan arus lalu lintas, di mana ruas jalan tersebut kini hanya dapat dilalui oleh satu lajur dengan sistem buka-tutup.
Guna mengantisipasi kelumpuhan total pada jalur logistik tersebut, Dinas BMCKTR saat ini tengah melakukan pemasangan Armco (pipa baja bergelombang) di lokasi kerusakan. Langkah taktis ini dipilih agar fungsi saluran irigasi BWS V tetap mengalir lancar ke lahan pertanian warga, sekaligus mempertahankan stabilitas badan jalan agar tetap bisa diakses oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan tidak akan lagi mempertahankan struktur bata yang lama. Penanganan permanen berupa pembangunan Box Culvert (gorong-gorong beton kotak) telah resmi direncanakan.
Proyek pembangunan infrastruktur baru yang lebih kokoh ini dipastikan telah masuk dalam penganggaran melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) dan siap dieksekusi dalam waktu dekat demi kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Langkah taktis dan respons cepat yang ditunjukkan oleh Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat ini mendapat apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya di jalur Manggopoh - Padang Luar.
Hendri (42), salah seorang sopir truk angkutan logistik yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku lega dengan penanganan darurat yang terus diupayakan pemerintah.
"Kami sangat berterima kasih karena responsnya cepat. Walaupun sekarang harus bergantian satu lajur, setidaknya jalur ini tidak diputus total. Pemasangan plat baja dan Armco itu sangat membantu kami para sopir logistik agar barang tetap bisa sampai ke tujuan tepat waktu," ujarnya, (24/6).
Apresiasi senada juga datang dari tokoh masyarakat Nagari Balai Salasa. Keberanian Dinas BMCKTR untuk segera memasang Armco dinilai sebagai keputusan yang sangat tepat karena tidak hanya menyelamatkan akses jalan, tetapi juga menyelamatkan sektor pertanian warga yang bergantung pada saluran irigasi BWS V tersebut.
Masyarakat kini berharap proses administrasi dana TKD dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga pembangunan Box Culvert sebagai solusi permanen dapat segera terealisasi. Langkah sigap Pemprov Sumbar ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga urat nadi perekonomian daerah tetap berdenyut, meski di tengah keterbatasan struktur infrastruktur yang ada. (And)
