-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kebut Rehabilitasi Jalan Sijunjung, Rekanan PT Arpex Primadhamor Jaga Kualitas Mutu dan Keselamatan Kerja

    Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T22:58:30Z


    SIJUNJUNG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) tengah memacu pengerjaan fisik rehabilitasi jalan pada ruas Tanjung Ampalu – Sijunjung (P.008). Langkah cepat ini diambil menyusul terjadinya kerusakan parah akibat amblesan tanah dan longsor yang mengikis sebagian besar badan jalan utama, sehingga mengancam konektivitas dan keselamatan para pengguna jalan.


    Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek, kerusakan tanah longsor tersebut membentuk palung dalam tepat di sisi jalan. Kondisi ini memaksa dilakukannya penyempitan jalur lalu lintas guna menjamin keamanan kendaraan yang melintas. Sistem buka-tutup kendaraan kini diberlakukan secara ketat, mengingat sebagian ruang aspal terpakai sebagai area penempatan alat berat, tumpukan material konstruksi, dan batas pengaman berupa karung pasir serta terpal pelindung lereng.


    Proyek yang didanai melalui APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026 ini memakan biaya sebesar Rp 1.285.044.617,00 (Satu Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Lima Juta Empat Puluh Empat Ribu Enam Ratus Tujuh Belas Rupiah) berdasarkan Surat Kontrak Nomor 620/21.1/KTR-P.008/BM/IV/2026 yang ditandatangani pada 21 April 2026 lalu.


    Guna menahan laju abrasi tanah yang semakin meluas, pihak kontraktor pelaksana, PT. Arpex Primadhamor, bergerak cepat merakit anyaman struktur besi tulangan (rebar) kokoh di dasar tebing yang ambles. Struktur beton bertulang ini nantinya akan difungsikan sebagai dinding penahan tanah (retaining wall) struktural guna menstabilkan kembali geometri jalan utama yang sempat runtuh.


    Selain perakitan struktur besi di area inti longsoran, sejumlah material batu kali berukuran besar juga telah disiagakan di tepi jalan. Material tersebut dipersiapkan untuk pembangunan fondasi pendukung serta pengisian celah lereng. Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat penumpukan material di badan jalan, pihak pelaksana telah memasang rambu peringatan darurat bertuliskan "Hati-Hati Ada Tumpukan Material" agar para pengendara dapat menurunkan laju kecepatannya saat melintas.


    Kondisi penanganan yang terukur di lapangan mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang setiap hari menggantungkan urat nadinya pada rute ini. Roni (42), seorang sopir mobil box ekspedisi yang kerap melintasi jalur logistik tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kesigapan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat beserta seluruh jajaran rekanan di lokasi.


    "Kami sangat berterima kasih kepada Dinas BMCKTR Sumbar dan pihak kontraktor yang langsung turun tangan. Kerusakan kemarin itu jujur cukup bikin was-was karena jalurnya amblas dalam sekali. Tapi melihat cara kerja rekanan di lapangan yang sangat profesional, penempatan material yang rapi, serta rambu peringatan yang jelas, kami sebagai pengendara merasa jauh lebih aman saat melintas meskipun harus mengantre bergantian," ujar Roni saat diwawancarai di sela-sela antrean buka-tutup jalur, (28/6). 


    Apresiasi serupa juga datang dari para pengendara roda dua. Ilham (28), warga lokal yang setiap hari mengendarai sepeda motor untuk bekerja, memuji manajemen keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek. Menurutnya, pemisahan area kerja dengan pembatas yang jelas sangat membantu meminimalkan risiko kecelakaan bagi kendaraan kecil.


    Kendati pengerjaan dikebut, para pengguna jalan kompak menaruh harapan besar agar pengerjaan rehabilitasi ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mengutamakan kualitas struktur yang kokoh. Mengingat jalur Tanjung Ampalu - Sijunjung kerap dilalui oleh kendaraan dengan beban muatan berat, mutu beton dan kekuatan dinding penahan tanah menjadi poin krusial yang tidak boleh ditawar.


    Sesuai dengan ketentuan dokumen kontrak, proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender di bawah pengawasan ketat konsultan pengawas CV. RF Consultant. Dengan alokasi waktu tersebut, target penyelesaian fisik secara menyeluruh diproyeksikan jatuh pada akhir Juli atau selambat-lambatnya awal Agustus 2026.


    Masyarakat berharap koordinasi profesional antara kontraktor PT. Arpex Primadhamor dan konsultan pengawas CV. RF Consultant dapat terus dipertahankan hingga target rampung. Dengan hasil yang optimal, infrastruktur ini diharapkan dapat bertahan dalam jangka panjang dan kebal terhadap ancaman cuaca ekstrem, sehingga roda perekonomian masyarakat Sumatera Barat tetap berputar tanpa hambatan.  (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini