SUMBAR - 26 SEPTEMBER 2026 - Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, dalam menggenjot kualitas prasarana jalan nasional terus menunjukkan hasil nyata. Pelaksanaan proyek Preservasi Jalan Surian - Sipang Padang Aro senilai Rp29.784.277.000,00 dari APBN Tahun 2026 kini menunjukkan tren progres fisik yang sangat positif di lapangan.
Sejak penandatanganan kontrak pada 23 Februari 2026 lalu, proyek yang dikerjakan oleh penyedia jasa PT. Lawang Agung bersama konsultan supervisi PT. Dwikarsa Envacotama KSO PT. Cipta Strada KSO PT. Laras S ini bergerak aktif. Pekerjaan pembenahan drainase beton serta penataan prasarana pendukung di sepanjang jalur strategis tersebut terus dipacu untuk memastikan ketahanan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.
Perkembangan fisik yang signifikan dan konsisten ini menuai respon positif serta apresiasi dari masyarakat setempat dan para pengguna jalan yang melintas. Kehadiran fasilitas saluran air yang tertata rapi dinilai sangat vital untuk mencegah genangan air saat curah hujan tinggi, sehingga permukaan aspal tetap awet dan aman dilalui.
"Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kerja cepat dari pihak PJN Wilayah II Sumbar. Penanganan drainase dan jalan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga kelancaran akses transportasi dan perekonomian masyarakat dari Solok menuju Solok Selatan," ujar salah seorang warga di sekitar lokasi proyek.
Apresiasi tinggi masyarakat tersebut tidak terlepas dari pengawasan ketat dan kepemimpinan responsif Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.5), Rai Fraja Novfandro, ST., M.Sc. Sinergi dan komitmen kuat jajaran PJN Wilayah II Sumbar ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam mengawal proyek bernilai miliaran rupiah ini agar berjalan optimal.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap ritme pengerjaan yang profesional ini terus dipertahankan, sehingga proyek preservasi jalan sepanjang 312 hari kalender pelaksanaan tersebut dapat rampung tepat waktu serta menghasilkan mutu bangunan yang kokoh dan berkualitas tinggi. (Red)
