Hari masih pagi ketika jarum jam menunjuk pukul 08.00 WAS pada hari Selasa, 27 Oktober 2026. Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti para jemaah umrah keberangkatan 19 Oktober 2026 dari PT. Berkah Utama Tour & Travel. Dipandu oleh tim KSA yang siaga di Arab Ustadz Fadhilailmi Alridha dan M. Farhan serta ditemani oleh muthawwif yang penuh wibawa, Drs. H. Zakaria Khatib (Buya Zakaria), hari itu para jemaah bersiap untuk menapak tilas lembaran sejarah Islam di tanah suci Makkah.
Perjalanan pertama membawa rombongan bergeser sekitar 4 hingga 7 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram, menuju sebuah gunung berbatu yang menyimpan kisah keimanan yang luar biasa, Jabal Tsur.
Di puncak gunung inilah terletak Ghar Tsur (Ghar al-Thawr), sebuah gua dengan tinggi sekitar 1,25–2,8 meter serta panjang dan lebar sekitar 3,5 meter yang memiliki dua pintu masuk di sisi barat dan timur. Sambil memandang kejauhan, Buya Zakaria bertutur dengan suara yang lembut dan menyejukkan hati, mengenang detik-detik genting ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, bersembunyi selama tiga hari tiga malam dari kejaran kaum kafir Quraisy dalam perjalanan hijrah ke Madinah pada tahun 622 M.
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Kalimat agung yang diabadikan dalam Surah At-Taubah ayat 40 tersebut seolah berbisik di angin padang pasir, mengingatkan jemaah akan ketawakalan yang sempurna serta pengorbanan mulia keluarga Abu Bakar, termasuk Asma binti Abu Bakar yang setia mengantarkan makanan di tengah kesunyian malam.
Puas mengenang keteguhan di Gua Tsur, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah tenggara Kota Makkah, menuju hamparan Padang Arafah tempat sebuah bukit kecil penuh makna berdiri tegak: Jabal Rahmah.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 08.58 WAS, para jemaah tampak bersemangat mengabadikan kebersamaan di bawah langit Makkah yang cerah. Dengan tinggi sekitar 70 meter dan tantangan menaklukkan sekitar 160 anak tangga menuju puncak bermonumen putih, tempat ini menyimpan memori historis yang mendalam.
Buya Zakaria kembali membimbing para jemaah dengan penuh penghayatan. Jabal Rahmah yang berarti bukit kasih sayang diyakini sebagai titik pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa di bumi setelah sekian lama terpisah usai diturunkan dari surga. Lebih dari itu, bukit saksi ini juga diyakini sebagai tempat turunnya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW (Surat Al-Ma'idah ayat 3) sekaligus lokasi Rasulullah SAW menyampaikan Khotbah Wada' (khotbah perpisahan).
Usai menapak tilas sejarah di Jabal Rahmah dan mengabadikan kebersamaan di bawah terik matahari Arafah pada pukul 09.18 WAS, rangkaian ziarah hari itu pun sampai pada penghujungnya. Para jemaah beriringan berjalan kembali menuju bus yang telah siap menanti. Dengan senyuman puas dan hati yang dipenuhi rasa takjub atas jejak-jejak para nabi, mereka naik ke dalam bus yang ber-AC sejuk untuk melepas lelah setelah penat mendaki dan berjalan kaki.
Bus pun melaju meninggalkan kawasan bersejarah tersebut, membawa rombongan kembali menuju hotel tempat mereka menginap. Setibanya di hotel, para jemaah memiliki waktu luang untuk beristirahat sejenak, memulihkan tenaga, dan membersihkan diri, sambil menanti kedatangan waktu shalat zuhur yang sebentar lagi akan berkumandang di tanah suci Makkah.
(Red)

