-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portalanda
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Translate

    Iklan

    Iklan

    Penutupan Wali Kota Cup 2025: Fadly Amran Harap Pencak Silat Jadi Jembatan Prestasi Anak Bangsa

    Sabtu, 23 Agustus 2025, Agustus 23, 2025 WIB Last Updated 2025-08-29T09:01:25Z

    PADANG - Denting gong terakhir bergema, mengiringi tepuk tangan meriah yang memenuhi Gedung Olahraga Semen Padang. Pada (24/8/2025) hari Minggu yang cerah itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup sebuah perhelatan besar yang bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga wadah pelestarian budaya. Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup 2025.


    Selama empat hari penuh, GOR Semen Padang menjadi saksi dari semangat juang dan sportivitas yang membara. Lebih dari 580 pesilat muda, mulai dari usia belia 5 tahun hingga dewasa 23 tahun, beradu kemampuan. Mereka tidak hanya datang dari Padang, melainkan juga dari berbagai penjuru, seperti Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Padang Pariaman. Kehadiran mereka seakan mengikis batas geografis, menyatukan setiap gerakan, jurus, dan langkah dalam satu gelanggang penuh makna.


    Pada setiap sudut arena, terlihat pesilat-pesilat kecil dari kategori Dini 1 dan 2 yang begitu menggemaskan namun penuh tekad. Jurus-jurus tunggal yang mereka tampilkan, meskipun terkadang belum sempurna, memancarkan pesona dari warisan budaya yang mereka emban. Sementara itu, di kategori Pra Remaja, Remaja, dan Dewasa, pertarungan tanding berlangsung sengit. Keringat dan kelelahan bukan penghalang, sebab di balik setiap teknik dan strategi, tersimpan harapan besar untuk meraih prestasi.

    Wali Kota Fadly Amran, yang hadir langsung di tengah-tengah keramaian, menyampaikan apresiasinya yang tulus. "Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari jati diri dan budaya kita," ujarnya.


    Pernyataannya bukan sekadar pidato formal. Ia berbicara dari hati, seolah menegaskan kembali betapa pentingnya menjaga tradisi ini tetap hidup. Ia melihat potensi besar pada setiap pesilat yang hadir hari itu, berharap kelak mereka akan menjadi duta-duta Padang yang membawa harum nama daerah, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi hingga ke panggung internasional.


    Penutupan ini menjadi puncak dari sebuah perjalanan panjang. Di balik medali dan piala yang diserahkan, ada cerita tentang dedikasi para pelatih, dukungan orang tua, dan kerja keras para atlet. Kejuaraan ini telah berhasil menanamkan benih-benih kecintaan pada pencak silat, memastikan bahwa seni bela diri yang kaya akan filosofi ini akan terus lestari, diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


    Saat matahari mulai terbenam, meninggalkan semburat jingga di langit Padang, para peserta pulang dengan kepala tegak, tidak peduli mereka membawa medali atau tidak. Yang terpenting, mereka membawa pulang pengalaman berharga dan semangat baru untuk terus berkarya di gelanggang, demi menjaga api budaya pencak silat tetap menyala. (And) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini