PADANG - 29 AGUSTUS 2025 - Di tengah laju kendaraan yang tak pernah henti, Jalan Nasional Padang-Solok, sebuah urat nadi vital yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan berbagai daerah di Sumatera Barat, kini sedang dalam proses pembenahan besar. Proyek yang tengah berjalan di ruas jalan ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Sumatera Barat untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dengan Nilai Kontrak Rp766.533.000,00 yang didanai sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), proyek ini berfokus pada penanganan longsoran dan genangan air yang selama ini menjadi momok bagi para pengendara. Titik pengerjaan yang berlokasi di KM. 15 + 100 menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya menambal kerusakan, tetapi juga mengatasi akar masalah yang sering mengganggu stabilitas jalan. Papan proyek yang mencantumkan, "PROYEK INI DI BIYAI DARI PAJAK YANG ANDA BAYAR," menjadi pengingat bahwa pembangunan ini adalah hasil gotong royong seluruh rakyat.
Komitmen BPJN Wilayah II Sumbar ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Afrianto (38), seorang sopir mobil kanvas, secara terang-terangan memberikan apresiasi. "Wajar mendapat acungan jempol," ujarnya. Baginya, jalan yang aman dan bebas hambatan adalah jaminan kelancaran distribusi barang dan mata pencahariannya.
Senada dengan itu, Budi Setiawan, pelaksana lapangan, menekankan bahwa proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi para pengguna jalan. Pengawasan ketat yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait seperti PPK 2.1, Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si, termasuk konsultan supervisi, meyakini bahwa pekerjaan ini dilakukan secara profesional oleh kontraktor, PT. LANSANO JAYA MANDIRI.
Meskipun pengerjaan proyek menimbulkan sedikit ketidaknyamanan berupa penyempitan jalur, masyarakat dan pengendara diharapkan dapat bersabar. Pihak kontraktor telah memasang rambu-rambu dan pembatas jalan untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Harapan besar datang dari Suherman (53), seorang warga lokal, agar jalan ini menjadi lebih aman, nyaman, dan tahan lama setelah proyek selesai.
Proyek yang ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah, melalui BPJN Wilayah II Sumbar, mendengar aspirasi masyarakat dan bertekad untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih baik. Ini bukan hanya tentang membangun jalan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan menjamin keselamatan setiap nyawa yang melintas. (And)